Bagaimana Kalau Ada Pelanggan yang Minta Dicucikan Pakaian Bekas?

Bagaimana Kalau Ada Pelanggan yang Minta Dicucikan Pakaian Bekas?

23 August 2018

Membeli pakaian bekas adalah salah satu cara sesorang yang ingin memiliki pakaian bermerek. Banyak orang yang ingin tampil trendi memilih untuk membeli pakaian bekas. Selain harganya yang sangat murah, kualitas dari pakaian juga bagus sesuai dengan merek pakaian tersebut. Sayangnya, kebanyakan orang hanya memperhatikan kondisi nya saja yang masih bagus namun abai dalam memperhatikan kebersihan pakaian. Sebagai pengusaha laundry, mungkin Anda pernah (atau akan) mendapatkan konsumen yang menitipkan pakaian bekas yang baru dibeli untuk dicuci di tempat Anda. Pakaian bekas sebenarnya rentan terhadap kesehatan karena mengandung kuman dan virus yang menempel dari pemilik sebelumnya. Sebagaimana yang pernah dikemukakan oleh Direktur Jendral Standardisasi Konsumen Kementrian Perdagangan (Kemendag), Widodo, pakaian bekas sangat berbahaya karena tidak melalui quality control.

Pada dasarnya semua toko yang menjual baju bekas sudah mencuci bersih pakaian yang akan mereka jual, tetapi kerap kali tercium bau yang kurang sedap. Hal ini terjadi karena proses penumpukan pakaian yang terlalu lama dan ada bakteri yang menempel pada pakaian tersebut. Sebagai akibatnya, ada kemungkinan orang yang memakainya akan tertular penyakit, terlebih jika orang yang memakai pakaian ini punya penyakit berbahaya dan berhubungan dengan pernafasan. Bahkan tidak jarang pakaian bekas ini terlihat kotor karena terkontaminasi debu.

Apakah setelah mengetahui resikonya Anda tetap berminat melayani konsumen yang menitipkan pakaian bekasnya? Sebagai perusahaan jasa, tentu Anda harus bersedia mencucinya. Berikut ini yang harus diperhatikan saat Anda mencuci pakaian bekas yang baik dan benar sehingga pakaian terbebas dari bakteri dan virus yang menempel pada pakaian Anda.

  • Pertama, rendam pakaian dengan campuran air dan antiseptic yang efektif dan ampuh. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan semua mikroorganisme yang menempel pada pakaian.

  • Kedua, tanyakan pada konsumen apakah mereka langsung mencucinya dengan menggunakan mesin cuci dan deterjen saat membeli baju dan celana bekas tersebut. Sebab jika langsung mencuci pakaian dengan mesin cuci dan deterjen, bisa membuat bakteri semakin berkembang dan banyak. Sebaiknya mintalah konsumen Anda merebus terlebih dahulu dengan menggunakan air panas atau bisa juga dengan dicampur baking soda. Anda juga bisa menawarkan untuk merebusnya sebagai servis tambahan.

  • Ketiga, setelah selesai direbus atau direndam dengan air panas tunggu beberapa saat, periksa semua sisi dari pakaian dan pastikan tidak ada noda atau kotoran yang masih menempel pada pakaian bekas tersebut. Apabila masih ada noda yang membandel dan menempel, rendam pakaian dengan menggunakan deterjen, lalu tunggu satu sampai dua jam.

  • Keempat, setelah semua ini dilakukan, barulah cuci pakaian seperti biasa. Jangan lupa gunakan pewangi untuk menghilangkan bau yang menempel pada pakaian tersebut.

  • Kelima, setelah proses pencucian sudah diselesaika, keringkan pakaian dengan cara dijemur di bawah sinar matahari langsung dan jangan menggunakan alat pengering. Hal ini bertujuan supaya baju benar-benar terbebas dari bakteri yang sebelumnya menempel.

  • Keenam, setrika pakaian secara perlahan. Sambil memastikan sudah tidak ada lagi noda yang membandel dan menempel pada pakaian, sebagai proses check terakhir.

  • Ketujuh, setelah semua hal ini sudah dilakukan dengan baik dan benar, sekarang pakaian bekas konsumen Anda telah berubah menjadi pakaian yang baru dan terbebas dari bakteri yang menempel pada pakaian.

Sekian tips yang harus diperhatikan saat Anda melayani pakaian bekas dari pelanggan loyal Anda, agar terhindar dari bakteri yang menempel dan membuat pakaian bekas menjadi seperti baru lagi.

Message Us