Cara Membuat Laporan Keuangan Laundry

Cara Membuat Laporan Keuangan Laundry

05 April 2018

Secara umum usaha laundry adalah usaha yang bergerak pada bidang cuci dan setrika, oleh karena itu  dalam usaha ini pun diperlukan juga adanya pencatatan laporan keuangan setiap bulannya. Laporan ini dibuat untuk menjadi bahan pertimbangan bagi pemilik usaha sehingga dapat memberikan keputusan sebagai kelangsungan bisnisnya dan kemajuan dari perusahaan nantinya.

Usaha laundry juga memiliki laporan keuangan yang sama dengan usaha lain pada umumnya. Sebelum kita membuat laporan keuangan, sebaiknya kita harus mengetahui bagaimana proses transaksi dalam usaha laundry.  Alur dari pembukuan usaha laundry adalah dimulai dari pelanggan yang datang untuk mencuci pakaian dan diterima oleh bagian penerimaan laundry. Setelah itu penerima melakukan proses pemilihan pakaian yang mudah luntur atau tidak dan kemeja atau kaos dll. Kemudian masuk kepada pencatatan kasir sampai dilakukan pengembalian ke pelanggan jika status proses sudah selesai. Saat memerlukan bahan yang ada di gudang kita membukukan barang yang keluar sebagai biaya sejumlah nilai yang keluar. Jika mengambil bahan untuk dijual, kembali dicatat ke dalam transaksi penjualan.

Saat melakukan pembelian bahan yang diperlukan,  kasir mencatat semua transaksi yang sepenuhnya berjalan, seperti data pelanggan yang laundry, pembelian bahan baku, pembayaran laundry dan biaya untuk servis mesin cuci. Dari hasil transaksi di atas, kita akan mendapatkan laporan neraca keuangan. Dari laporan ini kita akan bisa membaca laba rugi dari seluruh transaksi yang ada.

Biasanya, laporan pada neraca perusahaan laundry meliputi asset lancar, termasuk di dalamnya adalah kas, bank, piutang usaha, piutang karyawan, hutang, persediaan deterjen, persediaan pewangi, persediaan plastik pengemas, uang muka sewa, uang muka pembelian dan jumlah asset.

Kedua, yang termasuk dalam laporan neraca perusahaan adalah asset tetap di dalamnya terdiri dari peralatan laundry, akumulasi penyusutan peralatan laundry, kendaraan, akumulasi penyusutan kendaraan, mebel dan peralatan kantor, akumulasi penyusutan mebel dan peralatan kantor, jumlah asset dan total asset (jumlah asset lancar + jumlah asset tetap).

Ketiga, kewajiban yang termasuk di dalamnya adalah hutang usaha, hutang lain-lain dan jumlah kewajiban.

Keempat adalah ekuitas, yang terdiri dari  modal laba ditahan, laba rugi bersih, jumlah ekuitas dan total kewajiban dan ekuitas.

Selain laporan neraca perusahaan, ada pula laporan laba rugi yang meliputi pendapatan, harga pokok pendapatan dan biaya usaha. Pendapatan adalah pemasukan yang diterima oleh jasa laundry dari konsumen. Untuk harga pokok pendapatan,  yang termasuk kedalamnya adalah pemakaian deterjen, pemakaian pewangi, pemakaian plastik pengemas, pemakaian listrik, penyusutan alat laundry, jumlah harga pokok dan laba kotor pendapatan (pendapatan jasa laundry – jumlah harga pokok).

Untuk biaya usaha, termasuk di dalamnya adalah gaji karyawan, uang makan, alat tulis kantor, transport, listrik kantor, telpon dan pulsa, sewa tempat, servis dan pemeliharaan, biaya penyusutan, jumlah biaya usaha dan laba bersih usaha (laba kotor pendapatan – jumlah biaya usaha).

Khusus untuk beban listrik, terdapat dua bagian dengan cara estimasi, beban listrik harga pokok laundry dan beban listrik biaya operasional kantor. Beban listrik dimasukkan ke dalam harga pokok pendapatan karena proses laundry banyak menggunakan beban listrik.

Demikian cara membuat laporan keuangan laundry. Sebagai sebuah perusahaan, Anda tentu harus bekerja profesional termasuk dalam hal pelaporan keuangan. Selamat  mencoba, dan jadikan laporan neraca laba rugi bulanan tersebut sebagai panduan untuk menjalankan bisnis Anda ke depannya.

Message Us