Penyebab Mengapa Bisnis Laundry Anda Gagal

Penyebab Mengapa Bisnis Laundry Anda Gagal

laundry, Bisnis Laundry, bisnis gagal, usaha gagal, bisnis bangkrut, usaha bangkrut,

Pernahkah Anda melihat para pelaku usaha laundry yang berada di lingkungan Anda menutup usahanya? Padahal sekilas bisnisnya cukup menjanjikan dan banyak konsumen yang datang untuk menitipkan pakaian kotornya. Namun ternyata umur usaha tersebut tidak sampai tiga tahun. Ternyata apa yang terlihat tidak selalu sama dengan apa yang tidak terlihat.

Sebenarnya tidak hanya usaha laundry saja yang bisa merugi, rata-rata semua bisnis pun bisa berakhir dengan kebangkrutan. Oleh karena itu, kenali lima penyebab kegagalan di bawah ini agar bisnis laundry Anda bisa melenggang dengan aman hingga bertahun-tahun ke depan.

Terlalu semangat

Semangat itu bagus, tapi sayangnya banyak orang yang cepat bangkrut justru karena terlalu semangat. Baru mendapat pelanggan 20 orang per hari, lalu segera membeli mesin cuci baru dengan prediksi setiap bulan pelanggannya akan bertambah lagi. Padahal, yang namanya usaha, kadang naik kadang turun. Apalagi kalau baru berdiri sehingga belum bisa dipetakan polanya. Bisa jadi di awal-awal bulan orang yang menitipkan baju kotornya meningkat trennya, tapi di bulan keempat dan seterusnya ternyata menurun karena berbagai faktor di luar kendali, seperti kompetitor baru, perubahan prilaku konsumen. Ini yang tidak diantisipasi oleh mereka yang hanya bermodal semangat.

Tidak punya perencanaan

Apa yang akan Anda lakukan setelah usaha laundry ini berjalan tiga bulan? Jika tiga bulan menunjukkan kinerja positif, apa rencana selanjuntnya? Jika merugi, seberapa besar yang sanggup ditolerir? Apa yang akan dilakukan setelah satu tahun? Apa rencana Anda saat tiba-tiba ada kompetitor baru dengan harga yang lebih murah? Apa rencana alternatif Anda (Plan B) kalau tiba-tiba ruko tempat Anda menyewa tidak diizinkan untuk diperpanjang oleh pemiliknya? Apa strategi Anda kalau satu tahun ke depan bisnis ini sudah merugi senilai setengah dari aset Anda? Rencanakanlah. Karena gagal berencana berarti merencanakan untuk gagal.

Tidak ada dana taktis

Ini merupakan faktor kegagalan berikutnya. Saat mendapatkan untung, tidak dialokasikan sebagian untuk dana cadangan yang mengantisipasi pengeluaran-pengeluaran tidak terduga. Ketika mesin cuci mendadak rusak, Anda membiarkannya tersimpan karena tidak ada dana untuk mereparasinya. Saat mesin dry cleaning tidak berjalan, Anda melepas peluang mendapat konsumen yang mau mencuci kering karena tidak punya uang untuk membayar jasa servis. Maka hindari kegagalan ini dengan selalu menyiapkan dana cadangan untuk operasional sehari-hari Anda.

Terlalu cepat mencari pegawai baru

Bisnis sudah terlihat berkembang, lalu dengan semangat menyediakan lapangan kerja bagi para pengangguran, maka Anda pun mencari karyawan baru. Padahal, operasional masih sanggup diatasi oleh karyawan yang sudah ada saat ini. Dengan menambah sumber daya manusia, maka otomatis akan ada pengeluaran tambahan bagi Anda. Padahal tidak selamanya jumlah karyawan yang banyak menunjukkan bisnis yang bertumbuh. Bisa jadi sebaliknya. Maka, berhati-hatilah dalam melangkah sebelum mencari pegawai baru.

Agresif promosi

Promosi adalah jantung bisnis. Sayangnya, pengusaha baru sering kali agresif dalam berpromosi tanpa memperhatikan faktor-faktor seperti segmen pembaca (jika pasang di koran atau majalah) maupun faktor keramaian (kalau memasang poster atau spanduk di area publik). Promosi yang efektif bukanlah yang memasang di seluruh saluran media, melainkan di tempat yang dibaca oleh segmen pasar kita. Kalau bisnis laundry, segmentasinya adalah keluarga dan ibu-ibu muda yang bekerja sebagai profesional dan  tidak punya waktu untuk mencuci. Jangan pasang iklan di media yang banyak dibaca mahasiswa, Anda akan buang-buang uang di sana.

Lima faktor kegagalan ini harus dihindari agar bisnis laundry Anda tetap berlangsung hingga lima tahun ke depan.

Message Us